Selasa, 15 Januari 2013

Sudah Jalannya Becek Tertimpa Pungli Lagi

Ini adalah perjalanan saya yang ke 2 kalinya dari Kumai menuju Pontianak lewat darat dengan menggunakan mobil pick up Grand Max dengan membawa muatan ikan sebanyak 1 ton lebih.
Perjalanan saya ke 2 ini tidaklah semulus perjalanan saya yang pertama karena ditengah perjalanan yaitu tepatnya ( kalau tidak salah ) di dekat PT. ALAS, perusahaan yang bergerak di usaha perkayuan / loging, jalan yang seharusnya mulus tanpa hambatan ternyata eh.. ternyata hancur sulit untuk dilalui oleh semua kendaraan baik umum / pribadi.
Dan lebih parahnya lagi setiap kendaraan yang ingin melewati jalan yang rusak parah ini harus mengeluarkan uang Rp.50.000 sebagai upah jasa menarik kendaraan yang terjebak ke dalam lumpur yang ditarik oleh alat berat Buldozer milik perusahaan kayu tersebut.
Karena jalan negara yang menghubungkan provinsi Kalimantan Tengah dengan Kalimantan Barat belum semuanya selesai jadi para pemilik kendaraan / pengemudi terpaksa mengambil jalan alternatif yang belum beraspal dan masih berupa jalan tanah dimana jika hujan deras mengguyur Bumi Borneo ini pastilah jalan tersebut menjadi bubur. Dan jika sudah hancur menjadi bubur tentulah jalan tidak bisa untuk dilewati oleh semua kendaraan baik roda 4, 6 atau yang lainnya kecuali alat berat. Dan ini tentu mengganggu perekonomian daerah serta perdagangan antar propinsi menjadi terhambat.
Kapan, ya...masyarakat bisa menikmati jalan yang mulus. Jalan yang dibuat dari Pajak yang dipungut dari rakyat.

Bertha Hendratno
www.kumpuljutawan.com/?id=bertha269

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar